Beranda | Artikel
Dunia Tak Seindah yang Kau Kira: Cara Pandangmu Terhadap Dunia Akan Berubah -Syaikh Saad Al Khatslan
9 jam lalu

Allah Ta’ala berfirman, “Dan jangan sekali-kali engkau mengarahkan pandangan kedua matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan …kepada beberapa golongan dari mereka sebagai bunga kehidupan dunia.” (QS. Thaha: 131)

Maksudnya, janganlah engkau memandang kepada para pencinta dunia dan kenikmatan yang diberikan kepada mereka, seperti kendaraan, pakaian, tempat tinggal, dan selainnya. Karena semua itu hanyalah bunga kehidupan dunia. Sedangkan bunga, pada akhirnya, pasti layu, mengering, dan lenyap. Ia adalah bagian dari pohon yang paling cepat layu dan gugur. Karena itulah Allah menyebutnya sebagai bunga—indah dalam penampilan dan keelokannya, bahkan juga harum aromanya jika ia memiliki aroma. Namun, ia sangat cepat layu. Demikian pula dunia, ia seperti bunga yang cepat sekali layu. Kita memohon kepada Allah agar Dia menganugerahkan kepada kita bagian dan kenikmatan di akhirat.

Dalam ayat ini, Allah melarang kita memandang kenikmatan yang dimiliki para pencinta dunia, serta perhiasan kehidupan dunia. “Dan janganlah engkau mengarahkan pandangan kedua matamu…” maksudnya: jangan menggantungkan hati, “…kepada kenikmatan yang Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka…” yakni kepada para pencinta dunia dan kesenangan dunia yang mereka miliki, berupa kendaraan, pakaian, tempat tinggal, dan lain sebagainya.

Mengapa? Allah berfirman: “Sebagai bunga kehidupan dunia.” Artinya, semua itu hanyalah bunga kehidupan dunia. Sedangkan akhir dari bunga adalah layu, gugur, dan kering. Ia merupakan bagian pohon yang paling cepat layu dan gugur. Karena itulah Allah menyebutnya bunga kehidupan dunia. Ia memang indah pada keelokannya, bentuknya, kilau tampilannya, dan aromanya, tapi bunga sangat cepat layu dan binasa. Demikian juga dunia.

Maka seorang Muslim hendaklah tidak terpaut hatinya dengan dunia dan nikmat-nikmatnya, karena ia akan lenyap, dan bahkan cepat sekali lenyapnya. Apabila Allah Ta’ala mengaruniakan suatu kenikmatan dunia, hendaklah ia menjadikan dunia berada di tangannya, bukan di hatinya. Apabila ia meletakkan dunia di tangannya, maka itu tidak akan mempengaruhi agamanya. Namun, jika ia meletakkan dunia di hatinya, maka tidak diragukan lagi hal itu akan memengaruhi agamanya.

Karena itulah, sebagian Sahabat Nabi termasuk orang-orang yang kaya, bahkan di antara sepuluh Sahabat yang dijamin masuk surga, terdapat sejumlah orang yang kaya. Di antaranya Abu Bakar Ash-Shiddiq, Utsman, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Az-Zubair bin Al-‘Awwam, dan selain mereka dari kalangan Sahabat yang kaya. Namun, dunia tidak memengaruhi agama mereka. Tidak memengaruhi ketakwaan, sikap warak, dan keterikatan hati mereka dengan akhirat. Allah menghimpun agama dan dunia bagi mereka. Hal itu karena mereka meletakkan dunia di tangan mereka, bukan di hati mereka.

Adapun musibah yang sesungguhnya adalah ketika seseorang menggantungkan dirinya kepada dunia, dan menjadikan dunia berada di dalam hatinya, lalu terfitnah olehnya. Sehingga dunialah yang mengendalikannya. Bahkan bisa jadi hal itu mengorbankan banyak urusan agamanya. Padahal dunia itu cepat sekali lenyap, ia seperti bunga, yang segera rontok, layu, dan hilang. Karena itulah Allah berfirman, “…sebagai bunga kehidupan dunia agar Kami menguji mereka dengannya.”

=====

قَوْلُ اللَّهِ تَعَالَى وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

أَيْ لَا تَنْظُرْ إِلَى أَهْلِ الدُّنْيَا وَمَا مُتِّعُوا بِهِ مِنَ النَّعِيمِ وَالْمَرَاكِبِ وَالْمَلَابِسِ وَالْمَسَاكِنِ وَغَيْرِ ذَلِكَ فَكُلُّ هَذَا زَهْرَةُ الدُّنْيَا وَالزَّهْرَةُ آخِرُ مَآلِهَا الذُّبُولُ وَالْيُبْسُ وَالزَّوَالُ وَهِيَ أَسْرَعُ أَوْرَاقِ الشَّجَرِ ذُبُوْلًا وَزَوَالًا وَلِهَذَا قَالَ زَهْرَةٌ وَهِيَ زَهْرَةٌ حَسَنَةٌ فِي رَوْنَقِهَا وَجَمَالِهَا وَرِيحِهَا إِذَا كَانَتْ ذَاتَ رِيحٍ لَكِنَّهَا سَرِيعَةُ الذُّبُولِ وَهَكَذَا الدُّنْيَا زَهْرَةٌ تَذْبُلُ سَرِيعًا نَسْأَلُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَ لَنَا حَظًّا وَنَصِيبًا فِي الْآخِرَةِ

فِي هَذِهِ الْآيَةِ نَهَى رَبُّنَا سُبْحَانَهُ عَنِ النَّظَرِ إِلَى مَتَاعِ أَهْلِ الدُّنْيَا وَزَهْرَةِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ يَعْنِي لَا تَتَعَلَّقْ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ يَعْنِي إِلَى أَهْلِ الدُّنْيَا وَمَا مُتِّعُوا بِهِ مِنْ مُتَعِ الدُّنْيَا مِنْ الْمَرَاكِبِ وَالْمَلَابِسِ وَالْمَسَاكِنِ وَغَيْرِ ذَلِكَ

لِمَاذَا؟ قَال زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا يَعْنِي أَنَّ هَذَا كُلَّهُ زَهْرَةٌ زَهْرَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالزَّهْرَةُ مَآلُهَا لِلذَّبُولِ وَالزَّوَالِ وَالْيُبْسِ وَهِيَ أَسْرَعُ أَوْرَاقِ الشَّجَرَةِ ذُبُوْلًا وَزَوَالًا وَلِهَذَا قَالَ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَهِيَ زَهْرَةٌ حَسَنَةٌ فِي جَمَالِهَا وَفِي شَكْلِهَا وَفِي رَوْنَقِهَا وَفِي رَائِحَتِهَا لَكِنَّهَا سَرِيعَةُ الذُّبُولِ وَسَرِيعَةُ الزَّوَالِ وَهَكَذَا الدُّنْيَا

فَعَلَى الْمُسْلِمِ أَنْ لَا يَتَعَلَّقَ بِالدُّنْيَا وَمُتعِهَا فَإِنَّهَا زَائِلَةٌ بَلْ سَرِيعَةُ الزَّوَالِ وَإِذَا أَنْعَمَ اللَّهُ تَعَالَى عَلَيْهِ بِشَيْءٍ مِنْ مَتَاعِ الدُّنْيَا فَلْيَجْعَلِ الدُّنْيَا فِي يَدِهِ وَلَيْسَتْ فِي قَلْبِهِ إِذَا جَعَلَ الدُّنْيَا فِي يَدِهِ لَمْ تُؤَثِّرْ عَلَى دِينِهِ لَكِنْ إِذَا كَانَتِ الدُّنْيَا فِي قَلْبِهِ فَإِنَّهَا تُؤَثِّرُ وَلَا شَكَّ عَلَى دِينِهِ

وَلِهَذَا كَانَ بَعْضُ الصَّحَابَةِ مِنَ الْأَثْرِيَاءِ بَلْ حَتَّى مِنَ الْعَشرَةِ الْمُبَشَّرِينَ بِالْجَنَّةِ كَانَ عَدَدٌ مِنْهُمْ مِنَ الْأَثْرِيَاءِ مِنْهُمْ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ وَمِنْهُمْ عُثْمَانُ وَمِنْهُمْ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ وَالزُّبَيْرُ بْنِ عَوَامٍّ وَغَيْرِهِمْ مِنْ أَثْرِيَاءِ الصَّحَابَةِ وَلَكِنْ لَمْ تُؤَثِّرِ الدُّنْيَا عَلَى الدِّيْنِ بِالنِّسْبَةِ لَهُمْ لَمْ تُؤَثِّرْ عَلَى تَقْوَاهُمْ وَلَا عَلَى وَرَعِهِمْ وَلَا عَلَى تَعَلُّقِهِمْ بِالْآخِرَةِ فَجَمَعَ اللَّهُ لَهُمْ مَا بَيْنَ الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَذَلِكَ لِأَنَّهُمْ جَعَلُوا الدُّنْيَا فِي أَيْدِيهِمْ وَلَيْسَتْ فِي قُلُوبِهِمْ

وَالْمُصِيبَةُ عِنْدَمَا يَتَعَلَّقُ الْإِنْسَانُ بِالدُّنْيَا وَيَجْعَلُ الدُّنْيَا فِي قَلْبِهِ وَيَفْتَتِنُ بِهَا فَإِنَّهَا هِيَ الَّتِي تُسَيِّرُهُ وَرُبَّمَا يَكُونُ ذَلِكَ عَلَى حِسَابِ كَثِيرٍ مِنْ أُمُورِ دِينِهِ وَالدُّنْيَا سَرِيعَةُ الزَّوَالِ هِيَ كَالزَّهْرَةِ سُرْعَانَ مَا تَذْهَبُ وَتَزُولُ وَتَذْبُلُ وَلِهَذَا قَالَ سُبْحَانَهُ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ


Artikel asli: https://nasehat.net/dunia-tak-seindah-yang-kau-kira-cara-pandangmu-terhadap-dunia-akan-berubah-syaikh-saad-al-khatslan/